Buah srikaya akhir-akhir ini marak di kalangan pecinta tanaman buah dalam pot (tabulampot). Kalau dulu hanya dikenal buah srikaya lokal kini buah srikaya banyak macamnya. Ada yang bilang impor, ada yang bilang hasil persilangan ada juga yang bilang hasil eksplorasi dari daerah daerah pedalaman. Terlihat pula buah srikaya sekarang bisa kita jumpai yang ukurannya jumbo, atau yang kulitnya lebih liat dan tidak mudah rapuh. Tapi bukan itu yang saya soroti. Saya melihat tanaman srikaya kini sangat mudah tumbuh dimana mana (srikaya lokal). Bahkan bijinya cukup mudah ditumbuhkan. Asal buah sudah tua atau matang di pohon biasanya bijinya mudah tumbuh menjadi tanaman baru. Sifat tanamannya juga cukup stabil atau tidak mudah berubah. Beda dengan mangga atau rambutan yang kadang setelah beberapa periode berbuah, buah yang dihasilkan lama kelamaan akan menurun kualitasnya.
Saya ingat sekali jaman saya masih kecil buah ini menjadi buah yang dicari cari ibu saya ketika bepergian ke kota lain, karena di daerah saya cukup langka. Itupun tidak setiap waktu karena saat tidak musim buah ini juga jarang ditemukan. Selang beberapa tahun ketika saya kuliah di Jogja saya mulai sering melihat buah ini dijajakan di pinggiran malioboro. Tiap kali melihat buah srikaya saya ingat kalo itu termasuk buah kesukaan ibu saya.
Kini tanaman srikaya banyak tumbuh di halaman rumah saya. Saat pulang kampung seperti ini, saya bisa melihat buah srikaya bergelayut diantara cabang cabang tanaman srikaya. Kata ibu tanaman itu berasal dari biji biji srikaya dari buah yang dibeli di pasar (awalnya) dan sekarang telah berkembang menjadi beberapa tanaman yang tumbuh besar. Kata ibu ini kalau lagi rajin berbuah akan banyak sekali buahnya dan bisa lama periode berbuahnya. Saat buah telah habis dari cabang cabang tanaman akan segera mengeluarkan calon bunga tampa harus menunggu lama. Wahh...dapat ilmu lagi.
Saat ini di daerah saya sudah banyak yang memiliki tanaman srikaya. Padahal dulu cukup langka bahkan saya jarang mendengar ada yang punya tanaman ini di kampung saya. Apa karena dulu tidak banyak yang mengenal buah ini sehingga tak banyak orang mau menanamnya atau karena tanaman ini dulu sulit ditumbuhkan di tempat saya lalu sekarang cocok dan mudah beradaptasi di lingkungan tempat tinggal di kampung saya (semacam ada perbedaan iklim antara dulu dan sekarang)? Entahlah
Kamis, 05 Maret 2015
Minggu, 01 Februari 2015
Pesona Zinnia
Inilah salah satu tanaman hias
yang kini mulai banyak dicari, Zinnia. Tanaman yang satu ini dapat dijadikan
bunga potong untuk menghias ruangan, untuk hantaran atau untuk dirangkai dalam
bentuk karangan bunga yang biasa diperjualbelikan sebagai ucapan selamat. Warna
warni bunga Zinnia dengan ragam tipe mahkota mulai dari mahkota tunggal,
berlapis hingga tipe pom-pom yang indah membuat bunga ini cocok untuk dijadikan
pajangan. Bunga Zinnia juga merupakan salah satu bunga yang tidak mudah
layu sehingga menjadikannya sebagai bunga potong adalah pilihan yang jitu dalam
mendekorasi ruangan.
Zinnia atau di Indonesia disebut
bunga kertas memiliki beberapa macam spesies, salah satu spesies yang populer atau sering kita lihat tumbuh liar itu termasuk dalam kelompok Zinnia elegans yang juga disebut Z. violacea.
Bunga ini berasal dari Amerika selatan dan banyak varietas dari spesies ini
tersebar di Mexico. Spesies lain dari zinnia yang cukup terkenal antara lain Z. angustifolia, Z. Grandiflora, Z. Peruviana
atau Z. Bicolor.
Di Indonesia tanaman ini banyak
tumbuh liar sebagai semak di daerah daerah yang tidak terawat seperti kebun,
pinggiran sungai, pinggiran makam atau di pekarangan pekarangan. Tanaman ini
tergolong tanaman semusim yang sekali berbunga setelah itu akan mati. Zinnia
berkembangbiak dengan biji. Zinnia juga mudah sekali menyerbuk sendiri
secara alami ataupun dengan bantuan serangga, sehingga cukup mudah menghasilkan
biji sebagai alat perkembangbiakan.
Biji-biji atau benih inilah yang
kemudian diperjualbelikan dari daerah satu ke daerah lain. Adanya perdagangan
benih ini turut andil dalam menyebarkan tanaman Zinnia dari daerah yang tadinya
tidak ada menjadi ada. Daya adaptif yang kuat dengan syarat tumbuh yang mudah,
kebutuhan pH normal dan kondisi iklim yang hangat menjadikan tanaman ini
semakin populer di berbagai daerah seperti di Indonesia. Kebanyakan orang suka menanam Zinnia karena selain cantik bunganya juga mudah perawatan dan
pertumbuhannya.
Kini tak jarang bunga Zinnia
menghias taman-taman kota, halaman hotel, kebun wisata atau terpajang di ruang
publik seperti restoran dan perkantoran. Selain itu, bunga potong Zinnia dapat
dijadikan karangan untuk ucapan selamat, dekorasi untuk pesta pernikahan, atau
untuk menghias hantaran dan parcel-parcel. Mesti bunga ini tidak menimbulkan
keharuman tapi tetap dapat dinikmati keindahan bentuk dan warnanya. Tak heran
nama Zinnia semakin populer karena kecantikannya.
Sabtu, 31 Januari 2015
Pojok alun-alun Magelang: dari Tembelekan hingga Mexican Petunia
Sabtu pagi adalah saat paling pas
untuk melepas penat dengan jalan-jalan sekedar cuci mata. Bila kata orang sabtu
itu adalah hari bermalas-malasan maka tidak bagi saya. Karena hanya di hari Sabtulah saya bisa merayu suami untuk mengajaknya keluar rumah tentunya untuk menyenangkan
hati anak kami. Maklum suami saya harus bekerja tiap Senin hingga Jumat jadi
hanya ada waktu senggang di hari Sabtu atau Minggu. Tapi hari Minggu saya lebih
senang di rumah, terbiasa dari sejak dulu saat masih bekerja, hari Minggu
dipersiapkan untuk istirahat agar hari Senin bisa semangat bekerja. Kini setelah
tidak bekerjapun terbiasa begitu. Kalau jalan-jalan diluangkan di hari Sabtu
sehingga hari Minggu bisa digunakan untuk menemani suami istirahat di rumah.
Singkat cerita kali ini kami
mengisi Sabtu pagi dengan berjalan-jalan ke alun-alun Magelang. Selain buat
menyenangkan si buah hati kami sebenarnya juga bermaksud untuk sedikit
berolahraga jalan kaki mengitari alun-alun. Biasanya di hari Sabtu cukup banyak
orang berjalan kaki santai untuk sedikit meregangkan otot atau olahraga ringan, tapi di hari Minggu jauh lebih ramai karena
di sekitar jalan alun-alun tersebut setiap Minggu pagi dipakai untuk car free
day.
Baru kali ini saya menyadari
ternyata alun-alun Magelang cukup menarik untuk dijadikan tempat
refreshing ringan. Selain bisa berolah raga jalan kaki, kita juga bisa
menikmati jajanan tradisional yang murah meriah di deretan utara alun-alun. Bakso,
soto, batagor, gudeg, siomai, es dawet, sup buah sampai kue leker pun dijajakan
di tenda-tenda pedagang kaki lima di sana. Tak hanya itu, alun-alun Magelang ternyata kalau diperhatikan juga memiliki panorama yang lumayan menarik,
bersih dan sejuk di pagi hari. Dan saat panas melanda di siang hari pun
kita masih bisa menikmati kesejukan di bawah pohon-pohon yang rindang di sisi
selatan alun-alun. Ada tempat duduk yang disediakan untuk berteduh di bawah
pohon. Dari tempat duduk itulah kemudian perhatian saya tertuju pada suatu hal.
Yaitu suatu taman mungil di sisi selatan alun-alun bagian timur. Disana saya
melihat beberapa macam bunga-bunga khas taman yang ditata cukup rapi. Saat ini
bunga-bunga itu sedang bermekaran. Entah sejak kapan, padahal saya sebenarnya
cukup sering lewat daerah ini, tapi biasanya tidak terlalu memperhatikan.
![]() |
| Doc. Arrum |
![]() |
| Doc. Arrum |
Pertama yang saya lihat di taman
tersebut adalah bunga kertas atau
dikenal dengan istilah keren Zinnia. Bunga ini pas banyak-banyaknya
mekar, ada yang putih, merah, pink dan jingga. Saya baru menyadari
ternyata bunga kertas ini bagus juga kalau ditata dengan rapi. Sebelumnya atau
dulu jaman saya masih kecil, bunga kertas ini sering saya jumpai tumbuh liar
begitu saja. Kalau di kampung saya bunga ini banyak tumbuh di sekitar makam,
kebun-kebun yang tidak terawat, pinggir jalan, pinggiran sungai atau di pekarangan-pekarangan rumah. Agaknya jaman
saya masih kecil bunga ini tidaklah tergolong sebagai bunga yang populer. Malah
bunga yang biasa tumbuh liar ini dikategorikan dalam kelas paling bawah dan seringnya malah dipakai untuk mainan anak-anak. Tak taunya jaman sekarang bunga
ini justru cukup populer hingga menjadi komoditas yang bisa diperjualbelikan, mungkin
karena menyandang nama yang lumayan keren “Zinnia”.
Selaian Zinnia ada lagi bunga
yang tak kalah menarik perhatian saya, yaitu bunga lilin. Bunga lilin atau
sitilah ilmiahnya Pachystachys lutea ini juga turut menghias taman mungil di
alun-alun Magelang. Bunga dengan warna kuning ini juga sudah lama saya kenal. Beda
halnya dengan Zinnia, kalau di kampung saya dulu bunga lilin menjadi bunga
cukup favorit untuk ditaruh di depan rumah. Beberapa tetangga saya memang ada yang
sengaja mempercantik halaman rumahnya dengan menanam bunga lilin. Tapi kalau sekarang
saya pulang kampung, agaknya saya sudah kesulitan menemukan bunga ini. Orang-orang
jaman sekarang lebih senang menghiasi halaman rumah dengan tanaman tanaman yang
pernah bergengsi dengan harga mencekik leher macam Jemani, Gelombang Cinta atau Aglaonema ketimbang memilih menanam bunga-bunga yang cantik layaknya bunga
lilin. Endingnya, bunga lilin kini tergeser dalam golongan tanaman hias kelas
soil cover yang biasa ditebar di taman-taman outdoor yang tidak banyak
membutuhkan perawatan khusus.
Di tanam mungil alun-alun
magelang ini juga saya temukan bunga tembelekan. Tanaman semak ini banyak ragam
warnanya dan jika berbunga bersamaan akan menampakkan kecantikan sebuah ruang. Bunga
tembelekan dengan nama ilmiah Lantana camara ini memiliki ragam warna seperti
putih, kuning, merah, ungu hingga jingga. Saya menemukan warna kuning, merang,
jingga dan kuning di sana.
Ada lagi bunga yang sudah tidak
asing lagi, yaitu bunga kuning nan mungil yang dikenal dengan kacang hias atau dalam
bahasa Jawa disebut landep dan bernama ilmiah Arachis pintoi. Tanaman ini
memang biasa difungsikan sebagai cover crop, yang selain berguna untuk
melindungi kelembaban tanah, tanaman golongan kacang kacangan ini dapat
menyuburkan tanah sekaligus mempercantik permukaan tanah.
Dan yang lebih menarik lagi adalah
kehadiran bunga terompet ungu yang bermekaran dari setiap pokok tanaman. Cantik sekali. Adalah
bunga Ruellia petunia atau dikenal dengan sebutan Mexican Petunia dan dalam
bahasa Inggris biasa disebut dengan nama Ruellias. Bunga ini bukanlah golongan
bunga petunia yang biasa kita kenal itu, namun bunga ini adalah bunga yang
sekerabat dekat dengan Ruellia wild. Orang menyebutnya Mexican petunia karena
bunga ini konon berasal dari daratan Mexico dan sekarang sudah banyak tersebar
dipenjuru dunia termasuk Indonesia.
Adanya bunga-bunga ini mampu
menambah semarak suasana kesejukan pagi tatkala saya berada di sekitarnya. Nyatanya
saya terpesona karena bunga bunga ini bermekaran bersamaan. Tapi yang paling
tragis adalah ketika saya baru menyadari adanya keindahan ini di sana, meski sudah
beberapa kali kesana sejak saya tinggal dimagelang sekitar setahun lalu. Tak taunya
memang pesona kecantikan di kota sejuta bunga ini nyata adanya.
Latepost...
Latepost...
Langganan:
Postingan (Atom)
Galeri
Eastern Rise (F1-Hybrid produk PT Known You Seed)




